Perbedaan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif dengan Penjelasan Sederhana

//

Anda mahasiswa akhir semester? Mirisnya, masih belum paham juga perbedaan analisis kualitatif dan kuantitatif? Parahnya, deadline ujian skripsi sudah menanti!

Jika demikian, inilah saatnya untuk memutuskan jenis pendekatan penelitian apa yang akan Anda gunakan – kualitatif atau kuantitatif. 

Calon insinyur biasanya tertarik pada metode kuantitatif karena mereka kurang suka jika harus melakukan interaksi dengan manusia. Sarjana teknik jauh lebih nyaman dengan angka dan algoritma. 

Di sisi lain, para antropolog mungkin lebih tertarik pada metode kualitatif karena mereka memiliki kecenderungan yang sebaliknya.

Namun, tetap saja, sebelum benar-benar melangkah terlalu jauh dalam memilih metode analisis yang Anda gunakan, memahami perbedaan analisis kualitatif dan kuantitatif, menjadi sangat urgen bagi Anda yang kini sedang gencar-gencarnya melakukan penelitian.

Artinya, memilih metode penelitian atas dasar alasan “takut”, bukanlah hal yang baik. Yang benar adalah memilih metode atas dasar tujuan dan sasaran penelitian Anda.

Artikel ini akan menjelaskan perbedaan analisis kualitatif vs kuantitatif dalam bahasa yang lugas dan sederhana dengan banyak contoh. Anda akan memperoleh pemahaman “gambaran besar” sehingga Anda dapat membuat keputusan metodologis yang tepat untuk penelitian Anda.

Memahami Penelitian Kualitatif

Air mandinya panas.

Mari kita ulas sedikit maksud kalimat di atas? Dan apakah kalimat itu berguna?

Jawabannya adalah: tergantung. Jika Anda ingin mengetahui suhu persis bak mandi, Anda kurang beruntung. Tapi, jika Anda ingin tahu bagaimana seseorang memandang suhu air mandi, kalimat itu bisa memberi tahu Anda cukup banyak informasi, jika Anda memakai menggunakan cara pandang penelitian kualitatif.

Dengan penelitian kualitatif, ketidaksepakatan tentang suhu (excuse the pun) dapat dianalisis dengan beberapa cara. Dari wawancara, kelompok fokus, hingga observasi langsung (idealnya di luar kamar mandi, tentu saja). 

Anda, sebagai peneliti, mungkin tertarik pada bagaimana perselisihan terjadi, atau bahasa emosional yang digunakan dalam cara pandang yang berbeda mengenai suhu. Semua aspek “lebih terperinci” dapat lebih dipahami dengan penelitian kualitatif.

Dengan cara ini, penelitian kualitatif bisa menjadi sangat kaya dan terperinci, dan sering digunakan sebagai dasar untuk merumuskan teori dan mengidentifikasi pola. 

Dengan kata lain, analisis kualitatif bagus untuk penelitian eksplorasi (misalnya, untuk mengeksplorasi apa yang orang pikirkan atau rasakan), bukan untuk penelitian konfirmatori (misalnya, untuk menguji hipotesis). 

Penelitian kualitatif digunakan untuk memahami persepsi manusia, pandangan dunia dan cara kita menggambarkan pengalaman kita. Ini tentang mengeksplorasi dan memahami pertanyaan yang luas, seringkali dengan sangat sedikit gagasan yang terbentuk sebelumnya tentang apa yang mungkin kita temukan.

Memahami Penelitian Kuantitatif

Air mandi bersuhu 45 derajat Celcius.

Pertanyaan di atas dapat bermanfaat ketika Anda mempertanyakan beberapa hal, misalnya:

  • Berapa suhu yang tepat untuk mandi?
  • Berapakah suhu yang disukai orang secara lebih luas saat mandi? (Dengan asumsi, tentu saja, bahwa mereka mandi di air yang ideal bagi mereka). 

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda sekarang perlu memakai cara pandang penelitian kuantitatif.

Jika kita meminta 100 orang untuk mengukur suhu air mandi mereka selama seminggu, kita bisa mendapatkan suhu rata-rata untuk setiap orang. Katakanlah, misalnya, bahwa rata-rata Doni mandi pada suhu  46,3°C. Dan Ando mandi pada suhu rata-rata 42° C. 

Beberapa orang mungkin menyukai suhu dingin 30° C pada hari kerja. Dan akan ada beberapa dari mereka yang suka mandi pada suhu 48° C.

Dengan pendekatan kuantitatif, data ini dapat dianalisis dengan berbagai cara. Misalnya, kita dapat menganalisis angka-angka ini untuk menemukan suhu rata-rata, atau melihat seberapa besar suhu ini bervariasi. 

Anda dapat melihat apakah ada perbedaan yang signifikan dalam suhu air ideal antara kedua jenis kelamin, atau apakah ada hubungan antara suhu air mandi ideal dan usia! Anda dapat memasukkan informasi ini ke grafik dengan warna yang menarik, dan menggunakan kata-kata seperti “signifikan”, “korelasi”, dan “nilai”. 

Dengan cara ini, penelitian kuantitatif sering kali melibatkan Anda dengan tingkat pemahaman atau harapan tertentu mengenai hasilnya, biasanya dalam bentuk hipotesis yang ingin Anda uji. Sebagai contoh:

Hipotesis: Pria lebih suka mandi di air bersuhu lebih rendah daripada wanita.

Hipotesis ini kemudian dapat diuji dengan menggunakan analisis statistik. Data mungkin menunjukkan bahwa hipotesis tersebut masuk akal, atau dapat mengungkapkan bahwa ada beberapa perbedaan tentang preferensi orang. Misalnya, pria bisa menikmati mandi air hangat pada hari-hari tertentu.

Jadi, seperti yang Anda lihat, penelitian kualitatif dan kuantitatif masing-masing memiliki tujuan dan fungsi masing-masing. Sederhananya, mereka adalah alat yang berbeda untuk penelitian yang berbeda.

Penelitian Kualitatif vs Kuantitatif: Mana yang harus Anda gunakan?

Jawabannya: tergantung. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pilihan pendekatan penelitian Anda bergantung pada apa yang ingin Anda capai dengan penelitian Anda.

Jika Anda ingin memahami situasi dengan secara mendalam, dan Anda tidak memiliki ekspektasi kuat tentang apa yang mungkin Anda temukan, Anda kemungkinan besar akan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. 

Dengan kata lain, jika Anda memulai dari awal tanpa asumsi yang jelas dan mencoba membangun teori (yang mungkin nanti akan diuji), penelitian kualitatif mungkin masuk akal bagi Anda.

Di sisi lain, jika Anda perlu menguji hipotesis, atau ingin mengukur dan mendeskripsikan sesuatu secara numerik, pendekatan kuantitatif mungkin yang terbaik. Misalnya, Anda mungkin ingin menguji teori secara kuantitatif (atau bahkan hanya hipotesis) yang dikembangkan menggunakan penelitian kualitatif.

Pada dasarnya, ini berarti bahwa pendekatan penelitian Anda harus dipilih berdasarkan tujuan, sasaran, dan pertanyaan penelitian Anda yang lebih luas. Jika penelitian Anda bersifat eksplorasi dan Anda tidak yakin temuan apa yang mungkin muncul, penelitian kualitatif memungkinkan Anda memiliki pertanyaan terbuka dan memungkinkan orang dan subjek berbicara, dalam beberapa cara, untuk diri mereka sendiri. 

Pertanyaan kuantitatif, di sisi lain, tidak akan cocok. Penelitian kuantitatif harus dikategorikan sebelumnya, atau mengharuskan Anda memasukkan respons numerik. Apa pun yang membutuhkan pengukuran, menggunakan timbangan, mesin atau… termometer… akan membutuhkan metode kuantitatif.

Cara Menyusun Kuisioner Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Katakanlah Anda ingin bertanya kepada orang-orang tentang preferensi suhu air mandi mereka. Ada banyak cara untuk melakukan ini, menggunakan survei atau kuesioner – berikut adalah 3 opsi potensial:

  • Bagaimana perasaan Anda tentang preferensi suhu air mandi pasangan Anda? (Kualitatif. Pertanyaan terbuka ini menyisakan banyak ruang sehingga responden dapat mengoceh secara memadai).
  • Berapa suhu air mandi pilihan Anda? (Yang ini rumit karena kebanyakan orang tidak tahu atau tidak akan memiliki termometer, tetapi ini adalah pertanyaan kuantitatif dengan jawaban numerik langsung).
  • Kebanyakan orang yang mengomentari suhu air mandi Anda mengatakan hal berikut (pilih yang paling relevan): Terlalu panas atau terlalu dingin. (Kuantitatif, karena Anda dapat menjumlahkan jumlah orang yang menanggapi dengan cara apa pun dan membandingkannya).

Jawaban yang diberikan dapat digunakan dengan berbagai cara, tetapi, tanggapan kuantitatif dapat dengan mudah diringkas melalui penghitungan, dikategorikan dan divisualisasikan. Sedangkan tanggapan kualitatif membutuhkan banyak pemikiran dan dikemas ulang dengan cara tertentu dan banyak artinya.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Pengumpulan data dan Analisisnya

Pendekatan dalam proses mengumpulkan dan menganalisis data sedikit berbeda antara penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Sampel dalam Penelitian Kualitatif

Pendekatan penelitian kualitatif seringkali memiliki ukuran sampel yang kecil (yaitu sejumlah kecil orang yang diteliti) karena setiap responden akan memberi Anda halaman informasi dalam bentuk jawaban wawancara atau observasi. 

Dalam analisis persepsi air, akan sangat membosankan menyaksikan dan menganalisis pandangan 50 orang tentang suhu air saat mandi. Tapi, dengan 6-10 lebih mudah diatur dan kemungkinan besar akan memberi kita wawasan menarik tentang debat air mandi yang hebat.

Singkatnya, pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan ukuran sampel yang relatif kecil tetapi data yang kaya dan rinci.

Sampel dalam Penelitian Kuantitatif

Di sisi lain, penelitian kuantitatif sangat bergantung pada kemampuan mengumpulkan data dari sampel yang besar dan menggunakannya untuk menjelaskan populasi yang jauh lebih besar (ini disebut “generalisasi”). 

Dalam analisis air mandi di atas, peneliti memerlukan data dari ratusan orang agar dapat membuat pernyataan universal (yaitu untuk menggeneralisasi), dan setidaknya beberapa puluh sampel untuk dapat mengidentifikasi pola potensial.

 Dalam hal pengumpulan data, peneliti mungkin akan menggunakan alat yang lebih skalabel seperti survei online untuk mengumpulkan data yang relatif dasar.

Jadi, dibandingkan dengan penelitian kualitatif, pengumpulan data untuk penelitian kuantitatif melibatkan ukuran sampel yang besar tetapi data yang relatif mendasar.

Artinya, sampai di sini jelas bahwa dari segi sampel ada perbedaan analisis kualitatif dan kuantitatif.

Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Kedua pendekatan penelitian menggunakan analisis yang memungkinkan Anda untuk menjelaskan, mendeskripsikan, dan membandingkan hal-hal yang Anda minati. Namun, tetap saja ada perbedaan analisis kualitatif dan kuantitatif.

Dalam penelitian kualitatif Anda akan melalui analisis kata, teks dan penjelasan. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif Anda diharuskan mereduksi data Anda menjadi bentuk numerik atau menjadi grafik.

Ada lusinan analisis potensial yang digunakan. Misalnya, analisis kualitatif Anda bisa melakukan analisis narasi (kisah meratapi cinta yang hilang karena perbedaan toleransi yang tidak dapat didamaikan), atau isinya secara langsung (kata-kata menyalahkan, panas dan kesal yang digunakan dalam wawancara). 

Lebih lengkap simak ulasan tentang cara menganalisis data kualitatif.

Analisis kuantitatif mungkin melibatkan penghitungan sederhana untuk mendapatkan rata-rata, atau mungkin melibatkan analisis yang lebih canggih yang menilai hubungan antara dua variabel atau lebih (misalnya, tipe kepribadian dan kemungkinan untuk melakukan kejahatan yang disebabkan oleh hal tertentu). 

Selengkapnya lihat cara menganalisis data kuantitatif.

Rangkuman: Riset Kualitatif vs Kuantitatif

Untuk mempermudah Anda mengingat, berikut rangkuman  dari penjelasan tentang analisis qual vs quant:

  • Penelitian kualitatif sangat ideal untuk penelitian yang bersifat eksplorasi (misalnya merumuskan teori atau hipotesis), sedangkan penelitian kuantitatif cocok untuk penelitian yang lebih konfirmatori (misalnya pengujian hipotesis)
  • Penelitian kualitatif menggunakan data berupa kata, frasa, deskripsi atau gagasan. Ini memakan waktu dan karena itu hanya memiliki ukuran sampel yang kecil.
  • Penelitian kuantitatif menggunakan data berupa angka dan dapat divisualisasikan dalam bentuk grafik. Ini membutuhkan ukuran sampel yang besar agar bermakna.
  • Pilihan Anda dalam metodologi seharusnya lebih berkaitan dengan jenis pertanyaan yang Anda ajukan daripada ketakutan atau asumsi yang Anda pegang sebelumnya.

Apakah Anda kini telah memahami perbedaan analisis kualitatif dan kuantitatif? Atau masih mengalami beberapa kendala dalam mengaplikasikannya? Tim analisis data kami siap membantu Anda. Chat via WhatsApp di bawah ini.

1 thought on “Perbedaan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif dengan Penjelasan Sederhana”

Leave a Reply

Translate »
Open chat
Hi, butuh rekan diskusi metode analisis data?