Profesi Penerjemah Jurnal: Edisi Penerjemah Dokumen Akademik

//

Sebagai penerjemah jurnal, kita pasti sering mendengar ucapan-ucapan ini dalam kehidupan sehari-hari. Dan ini merupakan tradisi yang mendarah daging.

“Eh, kamu kan pinter bahasa Inggris, tolong terjemahin artikelku, dong!” 

“Halah, cuma ganti bahasa aja kok mahal sekali? Hitung-hitung bantu teman kenapa, sih?” 

Dalam kehidupan seorang penerjemah, kalimat-kalimat seperti ini sudah seperti pecut kuda; menyakitkan, tetapi menjadi motivasi untuk lebih maju, memperbaiki kualitas, dan branding diri, agar suatu hari bisa lepas darinya. 

Dari sini kita bisa melihat masih banyak orang, terutama di Indonesia bahkan di kalangan akademisi sekalipun, belum memahami profesi penerjemah jurnal. 

Apa Itu Penerjemah Jurnal?

Penerjemah itu ‘apa’, sih? Apakah orang-orang yang multilingual semuanya bisa menjadi penerjemah? Apakah penerjemah itu hanya orang-orang lulusan sastra atau ilmu bahasa? Bagaimana menerjemahkan bisa menjadi sebuah profesi dan pelakunya dituntut untuk menjadi profesional? 

Seorang penerjemah jurnal pastinya adalah seseorang bilingual, atau bahkan multilingual. Tetapi, menjadi bilingual tidak serta merta membuat seseorang layak menjadi penerjemah.  

Penerjemah adalah seseorang yang berperan untuk menjadi jembatan untuk perbedaan bahasa, budaya, wawasan, pandangan hidup, bahkan ideologi. 

Secara lebih detail Anda bisa menyimak, ciri penerjemah jurnal berkualitas dan terpercaya.

Kriteria Penerjemah Jurnal Profesional

penerjemah jurnal

1. Kemampuan Bilingual dan Multilingual 

Untuk mampu melakukan semua ini dengan baik, seorang penerjemah harus terus meningkatkan kemampuan berbahasa untuk kedua (atau lebih) pasangan bahasa mereka, meningkatkan kemampuan menulis, memperkaya diri dengan informasi yang relevan, serta membuka pikiran mereka seluas-luasnya mengenai berbagai bidang dan sudut pandang bidang-bidang tersebut dalam pengguna bahasa yang berbeda. 

2. Kamus adalah Teman 

Seorang penerjemah tidak pernah lepas dari kamus, baik kamus monolingual, bilingual, thesaurus, kolokasi, dan sebagainya. 

3. Selalu Upgrade Skill

Penerjemah meningkatkan kualitas diri melalui jam terbang, pelatihan-pelatihan, dan webinar-webinar. Di Indonesia, profesi penerjemah memiliki himpunan profesinya sendiri, yaitu Himpunan Penerjemah Indonesia (Association of Indonesian Translators) yang disingkat menjadi HPI. 

3. Standar Kerja Jelas

Sebagai penerjemah yang profesional, meningkatkan kemampuan diri sendiri saja tidak cukup. Seorang penerjemah yang baik harus mampu mengedukasi klien untuk kebaikan dan kemajuan diri mereka. 

Sebelum mengambil sebuah proyek, penerjemah harus menjelaskan cara kerja mereka; bahwa mereka tidak hanya sekedar ‘mengalihkan’ bahasa sumber ke bahasa target, tetapi juga menjembatani konteks, sudut pandang, dan ideologi. 

Untuk melakukan hal ini, penerjemah melakukan riset dari sumber-sumber relevan untuk memastikan kualitas terjemahan yang baik. 

Penerjemah juga harus menjelaskan kepada klien untuk memberikan tenggat waktu/deadline yang bijak serta penawaran harga yang rasional. 

Tenggat waktu dan mahar yang bijak akan sangat mempengaruhi hasil terjemahan, karena penerjemah mendapat waktu dan biaya yang cukup untuk melakukan riset, proses penerjemahan, serta penyuntingan. 

4. Mengutamakan Kepentingan Klien

Klien adalah narasumber utama bagi penerjemah dalam proses penerjemahan. Penerjemah bukan sang maha tahu yang menguasai semua bidang dengan sempurna sehingga membutuhkan klien untuk menjelaskan dan memverifikasi hal-hal teknis dalam teks sumber. 

Penerjemah yang ideal akan melibatkan klien dalam proses penerjemahannya demi menjaga kualitas hasil terjemahan yang baik. Dengan melibatkan klien, pastinya klien juga akan merasa lebih dihargai dan yakin dengan penerjemah yang menerjemahkan hasil karya mereka. 

Ciri Khusus Layanan Penerjemah Jurnal dan Dokumen Akademik

Khusus penerjemah akademik, pada umumnya klien menerjemahkan artikel ilmiah yang akan di submit ke jurnal tertentu terindeks Scopus atau Sinta. 

Menerjemahkan teks akademik tentunya berbeda dengan menerjemahkan teks lain, misalnya teks sastra atau legal. Bahasa yang digunakan lebih lugas, dengan tata bahasa yang baku dan mengikuti kaidah kebahasaan pada bahasa target. 

Gaya bahasa akademik juga berbeda dengan teks lain. Konsistensi dan kolokasi yang tepat sangat dibutuhkan dalam penerjemahan teks akademik. Teks sumber yang baik akan sangat mempengaruhi hasil terjemahan, sehingga penerjemah perlu lebih mengedukasi klien mengenai pentingnya naskah sumber yang berkualitas. 

Penerjemah adalah pakar dan konsultan bahasa. Selain substansi penelitian yang bagus dan menarik, kebahasaan yang baik juga sangat menentukan kesuksesan publikasi (yang secara tidak langsung mempengaruhi kemajuan karir klien). 

Salah memilih penerjemah, apalagi menggunakan mesin terjemahan/ translation machine untuk artikel yang anda rencanakan akan dipublikasi di jurnal bereputasi, pastinya akan merugikan diri anda sendiri. 

Penerjemah akademik di Klinik Jurnal Ascarya merupakan penerjemah profesional, bahkan beberapa sudah memiliki jam terbang tinggi khususnya dalam penerjemahan teks akademik dan merupakan anggota penuh HPI (seperti penulis). 

Penerjemah kami berorientasi kepada klien dan menjamin kualitas terjemahan serta siap membantu anda dalam bidang kebahasaan, karena kunci publikasi yang berkualitas adalah substansi dan kebahasaan yang baik. Yuk, mulai konsultasi sekarang! 

Leave a Reply

Translate »
Open chat
Hai, butuh jasa terjemah jurnal?